Just another WordPress.com site

Jalan-Jalan Malam

Oleh Angga Yudistira Permana

Malam itu malam selasa. Malam selasa adalah malam yang biasa. Malam yang seperti malam senin, malam rabu, malam kamis, malam jum’at, malam sabtu, dan malam minggu. Saya mandi dan gosok gigi. Setelah itu saya melakukan kebiasaan saya, yaitu pake baju dan celana. Tak lupa saya pake celana dalam, celana yang dipake didalam celana. Setelah saya lengkap memakai pakaian yang biasa manusia pakai, saya langsung ngajak Andri untuk jalan-jalan.

“Ndri ulin yuk!” maksudnya ngajak andri main.

“Ulin kamana?” maksudnya bertanya balik

“Ka ITB”

“Rek naon ka ITB?” maksudnya nanya ITB

“Rek ninggali patung”

Akhirnya dengan perdebatan yang sangat singkat Andri berhasil takluk dan tidak bertanya lagi.

Karena Andri mau diajak ke ITB, akhirnya saya mengeluarkan motor dari ruangan tengah. Ruang tengah yang sering dijadikan tempat menyimpan motor. Saya keluarkan motor saya. Merah motor itu warnanya. Saya tidak akan membahas alasan kenapa warna motor saya itu merah. Itu hak saya mau motor saya warna merah. Uang-uang saya. Setelah motor berhasil keluar dari ruang tengah, saya biarkan Andri bikin maju itu motor. Motor pun maju, ga mundur, sesuai dengan moto yang dipake motor saya, “maju terus pantang mundur”. Andri pun duduk di depan, saya duduk dibelakang andri. Saya enggak mau duduk di depan. Karena saya orang yang suka melihat kebelakang. Motor pun dibiarkan maju oleh andri.

 

Ditulis pada tanggal 29 Agustus 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: